Senin, 18 Maret 2013

Untitled

Posted by le rêveur femme at 19.00 0 comments

Banyak hal yang tidak diketahui sebelumnya kemudian muncul satu persatu... Mereka menjelaskan tentang isi dunia yang begitu luas dan nyata. Kalau aku bilang, berarti selama ini aku hanya tinggal di sebuah kolam ikan yang tak banyak penghuni. Karena aku hanya tau itu dan ini, tanpa tau sana, sini, dia, mereka, semua... Kupikir di padang mahsyar nantinya hanya ada 100 orang..mereka yang kukenal. Namun ternyata begitu banyak insan dari berbagai sisi kehidupan telah memenuhi dunia ini. Aku tidaklah mengenal mereka. Lantas, aku bukan siapa-siapa lagi.

Jumat, 22 Februari 2013

Cerita yang masih sama

Posted by le rêveur femme at 18.18 0 comments

Pagi hari, di kereta yang biasa ditumpangi. Akan berangkat saat waktu bergerak ke angka setengah delapan. Penuh tidak penuh, bukan mirip angkutan yang kerap menunggu untuk mengejar setoran. Beruntung aku bisa membayar hanya dengan seribu lebih lima ratus hingga sampai tujuan. Meskipun harus berdesakan dengan binatang-binatang. Ini keretaku yang menjadi idaman. Masih seperti dahulu saat aku pernah menawan.

Kamis, 21 Februari 2013

Mobile blog: Welcome newcomer :-D

Posted by le rêveur femme at 06.35 0 comments

Woww..it's really amazing. I can write anything by hands in everywhere. Nice to be part of android user. Hehehehehe

Senin, 11 Februari 2013

Movie Review: First Kiss Thai Movie

Posted by le rêveur femme at 22.19 0 comments
Movie Review: First Kiss Thai Movie

Cast :

1.      Sa (Kaneungnich Jaksamithanon)

2.      Bass  (Thakrit Hamannopjit)

3
Awalnya berpikir film ini akan mengisahkan tentang kehidupan remaja anak sekolah. Apalagi setting tempat adegan pertama juga di sekolah. Tapi, ternyata itu cuma flash back aja. Sempat menebak-nebak juga apakah first kiss sang tokoh utama dilakukan sama cinta pertamanya atau enggak. Sebenarnya ceritanya sederhana kok, malah sering banget ngeliat film dengan cerita serupa, namun lagi-lagi, ini film Thailand. Kalau ngga ada adegan konyol, bukan Thailand namanya.

Bintang 3 dari 5

Bermula dari flash back kisah Sa yang menyukai laki-laki pemain basket yang dipuja oleh perempuan seantero sekolahnya, namanya Ohm. Sa hanya bisa memandangnya dari jauh, apalagi penampilan Sa engga banget untuk punya pacar saat itu, berkacamata tebal, gigi dibehel, rambut dikuncir dua. Makin hancurlah hati Sa saat tau Ohm pacaran dengan Pam, dan mereka memutuskan untuk pindah sekolah ke luar negeri.

Adegan kembali ke masa sekarang, dimana Sa yang sudah bekerja, berpenampilan cukup menarik, dan sedang menunggu bus untuk mengantarkannya berangkat kerja. Nah, dari awal memang film ini selalu menganalogikan cinta dengan kedatangan bus yang dinanti-nanti. Cinta diibaratkan sedang menunggu bus yang kita ingin naiki, tapi setelah mendapat bus yang benar terkadang jalan yang dilalui ngga semulus yang diharapkan.

Saat party reunian dengan anak-anak sekolah, ternyata impian Sa yang pernah terkubur lama. Bangkit lagi ketika melihat Ohm datang padanya. Bagi Sa, cinta itu harus bersabar menunggu lama untuk datang padanya di saat yang tepat. Ohm jauh lebih dewasa, mapan, dengan pekerjaan yang menjanjikan. Bilangnya sih alumnus Oxford. Mereka pun kemudian menjalin pertemanan yang cukup mendalam. Hingga tiba-tiba sesuatu merusak keindahan hidup Sa.

Saat itu Sa sedang pulang dari kerja, ia menumpangi bus. Di tengah jalan, ada kecelakaan, otomatis Sa terkejut dan mengalihkan kepalanya ke arah jendela, tak lama kemudian dia menengok ke belakang, dan cup, dia berciuman dengan seorang pemuda yang duduk di sampingnya yang juga sedang melongok ke arah jendela. Nah, inilah ciuman pertama yang dimaksud. Ciuman pertama Sa di saat umurnya tidak lagi muda. Padahal dia sangat mendambakan bisa first kiss dengan Ohm. Belakangan diketahui pemuda tersebut bernama Bass, yang akan mengisi hari-hari Sa berikutnya.

Hubungan Sa dan Bass tidak kelar sampai di bus tersebut. Kebetulan saat marah-marah dengan Bass waktu ciuman itu, HP Sa jatuh di pangkuan Bass. Akhirnya Sa mencarilah Bass itu hingga ke sekolah. Ternyata, Bass dari awal udah suka dengan Sa. Makanya Bass ini selalu mengikuti Sa kemana pun, bahkan dia pun tau siapa itu Ohm. Sehingga suatu hari Bass mencoba membukakan mata Sa bahwa sebenarnya Ohm itu akan menikah dengan Pam. Saat itu, patah hati lagilah Sa, penantiannya yang hampir sukses, gagal lagi.

Namun, kehadiran Bass di kehidupannya malah mewarnai hari-hari Sa. Mereka menjadi dekat dan Bass pun mengutarakan isi hatinya untuk mau berpacaran dengan Sa. Jujur ya, saya suka banget sama gayanya Bass di sini, aktingnya okelah. Terus secara muka juga jauh lebih tampan kemana-mana dibanding Ohm. Hahahaha. Lanjut, akhirnya mereka pun pacaran. Namun, teman-teman Sa selalu memperingatkan kalau Bass itu masih sekolah yang bisa saja suatu hari nanti bertemu dengan gadis yang jauh lebih cantik dan muda dibanding Sa. Sa pun galau. Akhirnya dia mengutarakan keluh kesahnya ke Bass. Nah, pada saat itu Bass bilang, tepatnya menawarkan proposal masa depan ke Sa.

Bass sudah punya rencana selepas lulus SMA dia akan mengambil alih bisnis ayahnya (Bass ini orang kaya lho) dan menikahi Sa segera. Dia bermimpi ingin punya dua anak dari Sa dan setiap pagi ingin Sa memakaikan dasi kalau Bass berangkat kerja. So sweeeetttt ;). Sa pun luluh dan makin berani menjalani hubungannya dengan Bass.
Kemudian masalah muncul, saat Ohm tiba-tiba hadir lagi dihadapannya. Ohm ingin kembali dengan Sa. Ohm bilang sebenarnya dia menikah dengan Pam karena Pam sudah hamil dengan orang lain dan selama ini yang ada di pikiran Ohm hanyalah Sa. Sa lagi-lagi galau. Apalagi saat itu, Bass diusir dari rumah, makin kaburlah rencana indah masa depannya.

Bass yang tau kalau Ohm dan Sa dekat, amatlah cemburu. Bass sedikit merelakan Sa bersama dengan Ohm walau dalam hatinya sakit. Sa sebenarnya tau yang ada dipikiran Ohm hanya Pam, makanya akhirnya dia mengambila langkah tegas bahwa dia dan Ohm ngga bisa bersama, apalagi di hati Sa juga Cuma ada Bass.

Saat di pub, bertemulah Sa dengan Bass. (lebih jelasnya liat filmnya, ya). Adegan beralih ke rumah Bass. Di sana Bass sudah digelandang ayahnya untuk meneruskan studi ke luar negeri. Akhirnya mereka pun berpisah. (cukup sedih di sini)

5 tahun kemudian. Adegan pasti sudah diduga, Bass kembali dengan kejayaannya. Mereka pun hidup bersama bahagia selamanya. Hohohohohohohohohoh

Opini
Ini adalah kisah percintaan beda usia. Maksudnya si wanita jauh lebih tua usianya dibanding dengan prianya. Entahlah, fenomena ini sedang trend atau bagaimana ya, tapi banyak sekali terjadi kasus seperti ini. Kalau yang tau Korean Drama Nice Guy juga begitu, Kang Maru menyukai Jaehee yang jauh lebih tua darinya. Cinta Maru sangatlah dalam walaupun waktu telah berganti. Walaupun Jaehee melukainya terus menerus, Maru tetap memendam rasa suka. Begitupun Bass yang menyukai Sa.
Entahlah, apa alasan yang membuat pria muda lebih nyaman dengan wanita dewasa. Apa yang mereka tidak dapatkan bila bergaul dengan wanita seusianya? Hanya pria yang tau jawabannya. Hahaha. Di film First Kiss inipun tidak pernah ada pernyataan mengapa Bass bisa menyukai Sa sebegitunya. Mungkin lebih tepatnya first love kali ya. Hhahahhaha
Ya balik lagi, ini hanyalah kisah rekaan. Mungkin kesempatan terjadinya di dunia hanya 1 : 1.000.000 kisah, karena kehidupan pangeran yang tampan dan putri yang cantik hanya ada di negeri dongeng. Terkadang film memang bisa menjadi alat provokasi yang mudah diserap massa. Lha iyalah, tayangan bak negeri dongeng tersebut siapa yang tidak mau meraihnya. Hidup indah dan bahagia hingga maut memisahkan. Namun, di sini diperlukan kebijakan penonton, kembali pada realita dan berkacalah ;) Kebahagian hidup hanya kita menentukan standarnya, bukan orang lain. Carilah pasangan yang mampu membuatmu bahagia, bukan yang membahagiakanmu.

Sabtu, 09 Februari 2013

Book Review: PETIR by Dee

Posted by le rêveur femme at 03.23 0 comments
Book Review: Petir by Dee Lestari
 Cast :
1. Elektra
2. Watti
3. Mpret
4. Kewoy

Saya baru selesai baca novel ini sekitar seminggu yang lalu. Awalnya cuma iseng-iseng aja pas jam 11 malam ngga bisa tidur trus nyari bahan bacaan yang asyik. Nemu novel ini, baca-baca bentar, ehh ngga kerasa ternyata kuat baca sampe 50 halaman.  Ini sebenarnya buku ketiga, kalo ngga salah, dari seri Supernova. Kalau yang belum baca buku kesatu dan kedua, gapapa lanjut ke buku yang ketiga karena ceritanya ngga saling bersambung kok. Saya pun demikian. heheheheheh.

Cerita dari novel ini sangatlah unik, bukan cerita roman picisan yang sering banget ada di novel-novel remaja jaman sekarang. Mungkin karena Mba Dee udah bukan remaja kali yak..hehehhe #pisss. Yang saya suka dari gaya mengarang Dee adalah to the point. Ngga perlu mengurai kata-kata panjang dan berlebihan, biasanya kan ada tuh penulis yang suka menggambarkan satu adegan bisa sampe 3 halaman lantaran background tempat dibawa-bawa dan dilambai-lambaikan. Haduhh saya paling ngga suka yang seperti itu. Tapi kalau Dee...tek--tek--tek. Tepat sasaran, ngga ada kata-kata yang mubazir terbuang. Apalagi cerita Petir ini sungguh menakjubkan dan jarang ada yang mengangkat tema seperti ini, sederhana tapi syarat muatan.

Cerita bermula dari Elektra, seorang anak pemilik Wijaya Elektronik. Sepeninggal ayahnya, dia hidup berdua dengan kakaknya, Watti. Antara Elektra dengan Watti, walau adik kakak, tapi ciri-ciri wajah mereka jauh berbeda. Watti lebih unggul soal penampilan. Cantik dan periang. Sedangkan Elektra kebalikannya. Elektra sebenarnya ngga ambil pusing. Dia santai-santai saja menerima "kekalahan" genetik ini. Puncaknya, pas Watti menikah dan harus tinggal dengan suaminya yang kerja di Freeport, Papua. Alhasil Elektra hidup sendirian, sebatang kara. Belum berpenghasilan dan merana. Hidup sehari-hari hanya mengandalkan uang tabungan yang semakin hari semakin miris diliat. Makannya pun kalau ngga mie yaa telor ceplok atau didadar. Lebih sering tidur panjang kalau siang, malam pun paling panjang tidurnya. Kehidupannya serba merana. Apalagi warga-warga di RT-nya ngga ada ngenalin Elektra. Dia benar-benar sebatang kara.

Nah pada suatu hari, dia dapat kiriman surat. Entah darimana berasal. Tiba-tiba dateng aja gitu. Yang mengharuskan dia untuk menjadi Dosen di Sekolah Ilmu Gaib. Syaratnya dia harus melamar pekerjaan tersebut dengan membawa barang-barang klenik yang nantinya dikirim via kuburan. (Untuk ide cerita ini Dee benar-benar gila, outstanding banget) Inilah bagian terlucunya dimana Etra harus mencari barang-barang aneh tersebut, bahkan memutuskan untuk menjalankannya. Etra sepertinya sudah pasrah, karena mungkin di sinilah masa depan dia akan terwujud, walau di Sekolah Ilmu Gaib. 

Namun, pencarian barang-barang klenik tersebut cukup membawa berkah karena Etra akhirnya berkenalan dengan Ibu Sati (Kalau ngga salah). Ibu Sati ini pemilik toko yang menjual barang-barang aneh tersebut. Kebetulan juga Ibu Sati ini jago meditasi. Hal yang sangat dibutuhkan Etra. Nah, apa hubungannya dengan Petir dan Etra??

Etra ini ternyata memiliki kemampuan khusus untuk menghasilkan listrik, teman-teman. Waktu kecil, cuma dia lah satu-satu orang yang keluar saat hujan deras dan akan bergembira sekali bila langit menampakkan petirnya. Etra sangat menyukai petir, bahkan suaranya. Kalau Watti mah udah masuk ke rumah duluan, tutup kuping rapat-rapat, dan ngejerit kalau suara petir menggelegar.

Usut punya usut, setelah mendapat bimbingan dari Ibu Satti, Etra mulai mengontrol kemampuannya. Dia jadi rajin meditasi. Nah berkenaan dengan panggilan Sekolah Ilmu Gaib itu, ternyata itu Fake alias bohong alias penipuan. Etra tau dari Ibu Satti. Padahal Etra udah nyaris percaya kalau itu beneran.hahahah. Untungnya Ibu Satti ngga tau karena Etra emang ngga mau cerita. Takut kelihatan bodoh kali yaa...

Kemudian muncul peran Kewoy dan Mpret. Kewoy ini dulunya asisten pemilik warnet temannya Etra. Ngomong-ngomong soal warnet, Etra yang tadinya nol besar soal beginian mulai diajarin sama temannya yang pemilik warnet. Hampir tiap hari Etra ke warnet cuma buat chattingan. Hidupnya makin ngga keurus. Kemudian dia berpikir untuk buka usaha warnet aja. Nah dari sini dia membutuhkan Kewoy sebagai mediator untuk mencari partner kerja yang tepat. Akhirnya dikenalinlah Etra dengan Mpret.

Mpret ini sudah tersohor kemampuannya dalam soal bisnis warnet. Dia paling tau bagaimana memulai suatu usaha agar berjalan sukses sampe akhir. Mpret pun tertarik dengan rumah Etra yang letaknya sangat strategis dan bersejarah. Mpret pun berani investasi untuk membangun bisnis bersama Etra. Maka jadilah Elektra Pop, sebuah tempat yang mewadahi orang-orang yang ingin berinternet, maen PS, atau nonton film. Komplit. Seketika hidup Etra berubah, lebih berwarna dan tentunya menghasilkan uang. 

Masalahnya adalah saat Etra menyadari kemampuan dirinya atas kandungan listrik yang ada di dala tubuhnya. Etra pun bisa menyembuhkan orang sakit. Mirip tabib-lah. Etra sebenarnya ngga membuka klinik resmi di rumahnya, cuma orang-orang pada berdatangan tanpa diminta ke rumah Etra. Alhasil ruang PS dijadikan praktik kliniknya. Mpret yang juga punya saham di ruang PS merasa keberatan dengan Klinik Etra karena dengan begitu orang-orang yang datang maen PS menjadi berkurang. Etra pun serba salah. Dia pun ngga bisa menyalahkan diri sendiri. Padahal niat Mpret cuma ingin agar Etra tidak terlalu memforsir tenaganya saat menyembuhkan orang. Etra ngga tau, bahkan ngga paham kalau ternyata Mpret naksir sama Etra.

Finally, Elektra Pop masih berjaya, dan Etra pun masih melayani orang-orang yang ingin berobat padanya. Hubungan dia dengan Mpret pun membaik, walau tidak ada ucapan sayang/cinta di keduanya. Selesai.

Kalau saya buat review seperti ini, kesannya simple banget ya. Tapi isi novel ini ngga seringkas review saya.. ya iyalaahh. Banyak proses-proses yang harus dilalui Etra untuk mendapatkan kejayaannya yang sekarang. Dia banyak berkorban dan yang pasti terus mencoba walaupun itu ngga masuk akal. 

Jumat, 08 Februari 2013

Park Bo Yeong: My Prince

Posted by le rêveur femme at 09.49 0 comments
Ini adalah soundtrack yang dinyanyikan dalam film a werewolf boy. Kalau yang udah nonton pasti tau di part apa Sunni menyanyikannya. Judulnya My Prince by Park Bo Yeong. Lagunya simpel tapi easy listening. Selamat mendengarkan ;)




Park Bo Young (박보영)
My Prince
나의 왕자님 (Naui Wangjanim)
Lyrics English Translation & Romanized

Hangul 가사 & Romanization Lyrics


밤새도록 창밖에 해님이 뜨길 기다려
bamsaedorok changbakke haenimi tteugil gidaryeo
아침이 오면 그 사람 만날 수 있으니까요
achimi omyeon geu saram mannal su isseunikkayo

고마워요 내 손 잡아줘서 고마워요 내 눈 바라봐서
gomawoyo nae son jabajwoseo gomawoyo nae nun barabwaseo
고마워요 내가 그리던 왕자님 이렇게 내 앞에 나타나줘서
gomawoyo naega geurideon wangjanim ireoke nae ape natanajwoseo

하루 종일 하늘에 달님이 뜨길 기다려
haru jongil haneure dallimi tteugil gidaryeo
한밤이 오면 당신과 이야기할 수 있으니까요
hanbami omyeon dangsingwa iyagihal su isseunikkayo
잊지마요 우리의 약속을 잊지마요 우리의 비밀들을
itjimayo uriui yaksogeul itjimayo uriui bimildeureul
잊지마요 내가 당신의 눈빛에 얼마나 가슴이 뛰었었는지
itjimayo naega dangsinui nunbiche eolmana gaseumi ttwieosseonneunji


English Translation Lyrics


All night, I wait for the sun to rise out the window
Because when morning comes, I can meet that person
Thank you for holding my hand, thank you for looking into my eyes
Thank you, my prince that I’ve dreamed of, for appearing before me

All day, I wait for the moon to rise in the sky
Because when night comes, I can talk to you
Don’t forget our promise, don’t forget our secrets
Don’t forget how my heart raced when you looked at me


Movie Review: a Werewolf Boy

Posted by le rêveur femme at 09.41 0 comments
Pertama kali denger Song Joong Ki ngeluarin film di akhir tahun 2012, saya sudah semangat banget buat nontonya. Sayangnya memang tidak hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Alhasil dengna berbekal internet, saya mulai googling download film yang satu ini. Beruntung, udah banyak banget blogger-blogger yang mengupload film ini meski dengan kapasitas yang waahhh lhoo...900 mb. Walau memorinya super, tapi kepuasaan kualitas gambar yang diterima jauh lebih menggembirakan ;). Unlucky-nya adalah ternyata film ini belum ada sub-nya, eng sub, Indo sub, ngga ada. Wahh, jadinya nonton film ini cum bisa melongo. Yahh harap maklum, bahasa Korea yang saya pahami cuma Annyeonghaseyo, Kamsahamnisa, Mianeyo, Chukae, Kitarieyo, Irreona, Bogoshipoyo, Anduwe...hahahaha. Untungnya tuh Song Joong Ki di sini sama sekali ngga kebagian dialog. Otomatis cuma ngeliat aktingnya aja yang super duper keren.


bintang : 5

Review:
Cast
1. Sunni : Park Bo Yeong
2. Chulsoo : Song Joong Ki

Film dimulai dari adegan Sunni yang sudah tua renta, dengan memiliki anak dan cucu. Dia tinggal di Amerika, sepertinya. Tiba-tiba ada telephone berbunyi yang menginginkan agar nenek Sunni ini pulang ke Korea. (Adegan ini terlihat mirip Titanic dimana seorang nenek yang ditelepon oleh tim discover titanic untuk menjelaskan apa yang terjadi saat Titanic tenggelam). Akhirnya, Sunni pulang ke Korea disambut dengan Park Bo Yeong remaja, alias cucunya. (Park Bo Yeong memainkan dua peran)

Akhirnya, nenek Sunni pun mengunjungi tempat dimana dia pernah tinggal dan barulah flashback cerita Sunni remaja dimulai. 47 tahun silam.

Sunni awalnya tinggal di Seoul, namun karena kondisi badan yang harus mendapat udara segar pegunungan, maka ia dan keluarganya pindah ke pedesaan terpencil. Tetangganya cuma satu, itu pun lumayan jauh. Sunni tinggal di rumah milik seorang kaya yang sombong, egois, dan berperangai jahat (yang nantinya akan menjadi pemeran antagonis). Sehari setelah kepindahan, pada pagi hari, ketika Sunni dan ibunya sedang menjemur pakaian, tiba-tiba ada sesuatu yang bersembunyi di balik gudang rumah mereka. 

Dan ternyata, barulah Song Joong Ki, si Manusia Serigala ini muncul. Dengan penampilan compang camping, kelaperan, ngga keurus, dan ibunya Sunni menganggap Joong Ki ini adalah anak yang tersisih dari perang Korea. Alhasil diadopsilah anak tersebut yang kemudian diberi nama Chulsoo. 


Selama 30 menit setelahnya, adegan diwarnai dengan kedekatan Chulsoo dan Sunni. Banyak adegan lucu akibat tingkah konyol Chulsoo. Kan emang aslinya dia bukan manusia, ibaratnya serigala yang dipelihara di rumah. Sunni pun akhirnya tau kalau Chulsoo ini serigala saat dia nyaris dijahati oleh si antagonis itu. Si antagonis ini kan emang naksir berat sama Sunni. Nah di sinilah perkaranya dimulai.

Si antagonis yang tau kalau Chulsoo sebenarnya serigala, melaporkan ke polisi. Cuma kan polisi ngga bisa percaya kalau ngga ada bukti. Nah si antagonis ini sulit membuktikan karena Chulsoo hanya berubah kalau sedang dalam bahaya, atau dalam kasus ini sedang melindungi Sunni dari si penjahat itu. Kalau lagi ngga berubah, yaa dia jadi Song Joong Ki yang manis dan cute yang pengen di cium #eh.

Akhirnya untuk meredakan suasana, Chulsoo dikurung di dalam gudang. Tempat dahulu dia bersemayam. Dia ngga diperbolehin ketemu sama Sunni dan bermain sama adik-adik Sunni. Sebenarnya, chulsoo ini sedang diawasi oleh sang ahli dan para polisi untuk membuktikan kebenaran serigala itu. Cuma kan dibilang Chulsoo ngga bakal berubah kalau ngga kepepet.

Sunni pun kangen sama Chulsoo, kayaknya Sunni udah mulai jatuh cinta di sini. Akhirnya dia ngajak Chulsoo keluar dan bermain bersama. Ini sih emang gara-gara Sunninya yang minta maen lari-larian, Alhasil Sunni yang penyakitan, asmanya kambuh, jatuh deh. Chulsoo bingung, lari ke sana kemari mencari bantuan. Tapi ngga ada satu pun orang yang bisa diajak minta bantuan. Kayaknya pada saat kejadian semua orang lagi ke kota. Alhasil, Chulsoo menyembunyikan Sunni di hutan. Naluri binatang sepertinya.

Warga pun kalang kabut karena Sunni menghilang, apalagi pas liat gudang, Chulsoo juga ngga ada. DIcari-cari, akhirnya ketemu dengan kondisi Sunni yang pingsan dan Chulsoo yang sedang nungguin Sunni di sampingnya. Warga yang khawatir segera menangkap Chulsoo, disangkanya telah melakukan kejahatan. Chulsoo pun balik lagi ke gudang, bahkan kaki dan tangannya diborgol.

Si antagonis muncul lagi ini, dia pun bikin skenario agar Chulsoo dikambinghitamkan. Dia masuk ke gudang Chulsoo dan menyuruhnya untuk mengambil gitar di rumah tetangganya. Oia, gitar ini barang berharganya Chulsoo, karena Sunni pernah memainkan sebuah lagu didepannya dengan judul My Prince. (sekarang lagu itu udah masuk dalam tracklist hp saya ;))

Di sinilah klimaksnya. Si antagonis dengan segala cara ingin membuktikan kepada warga kalau Chulsoo ini serigala. Chulsoo pun pergi ke tetangganya dan mengobrak-abrik rumahnya. Cuma buat nyari gitar sebenarnya. Cuma karena chulsoo ini tenaganya serigala, jadi terkesan kayak lagi berbuat kejahatan. Akhirnya, ia dikepung sama polisi dan warga. Nah si antagonis ini tiba-tiba ngambil senapan yang ada di tangan polisi dan mengeluarkan pelurunya yang nyaris kena Sunni. Wahh Sunni diapa-apain Chulsoo bisa naik pitam nihh. Si antagonis ini pun memukul Sunni dan menendang-nendannya. Ya sudah, bisa ditebak, Chulsoo Berubah!! Chulsoo membunuh si antagonis.

Dengan tatapan kebingungan warga, chulsoo pun berlari dengan menggendong Sunni hingga ke hutan. Si Sunni yang udah sekarat ini dirawat sama Chulsoo. Esoknya Sunni sadar, dia ngga boleh ketawan lagi sama Chulsoo. Karena bisa-bisa warga minta chulsoo dibunuh. Nah pas adegan inilah saya mengucurkan air mata. Karena chulsoo pun nangis di sini ngga mau ditinggal. Sunni memarahi chulsoo agar jangan mengikutinya, dan dia berjanji suatu hari akan datang ke sini lagi. Sunni dan keluarga pun pindah lagi ke Seoul.

Balik lagi ke Sunni nenek. Mereka memutuskan untuk menginap di rumah lamanya semalam. Nah pas di tengah malam, Sunni memutuskan untuk ke gudang karena ada suara yang menuntunnya. Nah di sanalah ada Chulsoo yang masih ganteng dan cute rela nungguin Sunni. Chulsoo udah ngebenerin gitar yang dulu dirusak si antagonis. Dia pun ceritanya belajar gambar, menulis, dan membaca. Di adegan ini pun saya menangis. Walau ngga ngerti mereka ngomong apa, tapi pas ngeliat Sunni nangis jadi terbawa emosi.

Apalagi pas Chulsoo ngomong, Bogoshipoyo (Aku rindu padamu) wahhh....walau Sunni udah keriput tapi Chulsoo masih kangen dan ngenalin. Tapi saya rasa adegan ini cuma mimpi. 

Pas pagi harinya, mereka pun pulang. Nah dari jauh, Chulsoo asli sepertinya mengamati. Selesai

Hebatnya, film ini termasuk box office di Korea. Katanya sih penontonnya nyampe 7 juta orang. Bahkan Song Joong Ki sampe menyuruh agar tidak menonton film ini berulang-ulang. hahahhaha

Kamis, 26 April 2012

Out of Reach

Posted by le rêveur femme at 13.55 0 comments
Ini adalah kisah tentang cinta. Cinta yang hanya bisa dengan memandang tanpa ada asa untuk meraihnya. Awalnya kupikir aku memiliki harapan untuk bisa mewujudkan cinta ini menjadi sesuatu yang manis dengan segera. Akan tetapi, seiring dengan waktu yang berjalan, seiring pula dengan pengamatanku terhadapnya, ternyata yang dapati adalah pandanganya bukan ditujukan padaku. Padahal dahulu aku menaruh harapan besar bahwa akulah orang yang dipilih olehnya. Namun, ini menjadi sendu tatkala mengetahui hal yang sebenarnya bahwa aku tidaklah dianggal berbeda dengan yang lainnya. 
"Out Of Reach"
Knew the signs
Wasn't right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach, so far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn't see
We were never
Meant to be

Catch myself
From despair
I could drown
If I stay here
Keeping busy everyday
I know I will be OK

But I was
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach, so far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn't see
We were never
Meant to be

So much hurt,
So much pain
Takes a while
To regain
What is lost inside
And I hope that in time,
You'll be out of my mind
And I'll be over you

But now I'm
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach,
So far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn't see
We were never
Meant to be

Out of reach,
So far
You never gave your heart
In my reach, I can see
There's a life out there
For me



UP! and GO!

Posted by le rêveur femme at 13.44 0 comments
Ini adalah sebuah cerita tentang perjuangan yang tak kenal lelah untuk mewujudkan impian yang terkdang kita menganggapnya sebagai sesuatu yang mustahil. Oleh sebab itu, film ini mencoba memberikan energi positif agar para manusia tidak berhenti asa dengan hanya berdiam diri dan merenungkannya. Ingat akan suatu motto hidup yang dimiliki salah satu artis terkenal Indonesia, bahwa untuk mewujudkan mimpi hanya diperlukan tiga hal, yaitu Dream, Believe, and Make it Happen!!!! Mudah bukan..
Namun manusia seringkali pesimis untuk menyusun kerangka mimpi menjadi bentukan yang lebih sempurna. Apabila merasa itu sulit, maka akan terdiam dan tidak akan melanjutkannya. Inilah, padahal manusia tidak akan berubah nasib kalau tidak mereka sendiri yang melakukannya. Begitu banyak jalan yang bisa menjadi pilihan agar tidak menemukan kesesatan. Pilihan apapun itu pasti adalah kehendak Tuhan. Kita tidak bisa menyangkalnya. Namun apabila ingin agar suatu kisah berakhir pada cerita bahagia, maka sudah menjadi tugas kita untuk berbuat mewujudkannya.



Jumat, 06 April 2012

Review: The Alchemist

Posted by le rêveur femme at 09.13 0 comments

a magical fable about following your dream

Aku baru baca buku ini. Padahal udah lama banget aku simpen e-book'a, tapi baru sempet sekarang ketika orang lain selalu bilang bahwa buku ini bagussss. Dan aku pun mulai terbuai oleh bujuk rayu orang, ketika aku mentadaburri setiap kata bermakna dalam buku ini, aku semakin tersadarkan bahwa buku ini memang luar biasa, walau, aku baca versi terjemahan dan tentunya atmosfirnya tidak sama seperti kubaca versi aslinya, tapi aku telah menangkap pesan dari sang penulis jeniusnya, ini adalah buku motivasi yang bisa membuat mimpi menjadi kenyataan!

Aku termasuk orang yang pesimistis akan perwujudan mimpi. Terkadang, ketika kita masih kecil, kita selalu berandai-andai ingin menjadi ini-itu, kelak dewasa, kita pun segera tahu bahwa apa yang pernah terlintas dalam deretan mimpi itu ternyata menjadi sulit untuk diwujudkan. Kita selalu menyalahkan nasib yang membawa kita menjadi seperti ini. Padahal nyatanya, hidup itu adalah sebuah pilihan. Mau Sukes atau Gagal? That's it. Dan engga ada hal yang mustahil di dunia ini. Tuhan selalu memberi jalan bagi hamba-hambaNya yang mau berusaha. Kita bisa merubah jalan hidup ini selama ada kemauan di dalamnya. Tak pernah terbayang kan kalau dulu Thomas Alpha Edison tidak pernah lulus sekolah... tapi berkat kemauannya untuk berusaha memunculkan ide baru hanya dari melihat seekor ayam betina yang mengerami telur lalu menjadi cikal bakal penemuan sebuah benda yang kini menjadi sumber cahaya bagi manusia di dunia. Luar biasanya, proses untuk menciptakan karya seperti itu tidak hanya sekali gagal lalu menyerah, namun butuh keuletan hingga ke100 kalinya percobaan itu baru berhasil. Inilah bentuk perjuangan yang sesungguhnya, ketika kita bisa fokus dan konsisten pada mimpi kita, maka Tuhan akan mudah berbaik hati menunjukkan jalannya. Seringkali kita menyerah di start pertama, permulaan gagal, lalu tidak berminat kembali untuk melakukan lagi. Lalu, berakhir!!! Sudah lihat bukan, sejarah selalu mengajarkan kita akan kesuksesan di masa lalu, apalagi sekarang dunia sudah berada di genggaman, teknologi semakin maju, tak ada alasan untuk berdiam diri, setiap hari selalu ada puluhan handphone baru yang dijual ke pasaran. Itu menandakan bahwa dunia selalu maju ke depan. Dunia tidak akan menunggu kita untuk berpikir apakah kita akan bergerak atau tidak. Jangan terlalu banyak merenung, bergeraklah, maka kita akan selalu belajar dari apa yang sudah terjadi sebelumnya, dan semua itu akan menjadi cambuk yang akan mengantarkan kita pada keberhasilan. SUKSES!!!
DO THE BEST FOR UR SELF!!!
TRUST..U CAN DO!!!
 

le Rêveur Femme Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea